Postingan

Agen-Agen Pembawa Nilai Sosial Berkelanjutan

Gambar
"Kita sering melebih-lebihkan perubahan yang akan terjadi dalam dua tahun ke depan dan meremehkan perubahan yang akan terjadi dalam sepuluh tahun ke depan." - Bill Gates Bayangkan kita hidup di sebuah wilayah dengan kondisi yang serba berkecukupan. Asupan pendidikan yang layak, kebutuhan pangan yang terpenuhi, lingkungan hidup yang mendukung, dan hal-hal baik lainnya. Sementara di pinggiran sana terdapat orang-orang prasejahtera yang untuk membayangkan apa yang kita miliki sekarang saja tidak bisa. Mereka terlalu sibuk mencari jalan bagaimana agar bisa tetap hidup esok hari, agar bisa mengisi perut anggota keluarganya, agar paling tidak bisa melalui hari ini dengan segala keterbatasan yang dimiliki.  Problematika sosial dan ketimpangan kesejahteraan seperti ini sering kali menjadi titik awal bagi lahirnya gerakan-gerakan sosial. Gerakan-gerakan ini biasanya dikemas dalam bentuk organisasi nirlaba atau lembaga sosial dengan membawa peran penting dalam menciptakan dampak dan pe...

Ruang Kelas Baru dan Tantangan Masa Depan Pembelajaran

Proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) harus terus berkembang untuk menjawab tantangan-tantangan yang muncul di era modern ini. Pesatnya perkembangan teknologi dalam beberapa dekade terakhir telah menghasilkan berbagai opsi yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas KBM di sekolah, perguruan tinggi, maupun lembaga pendidikan lainnya. Pemanfaatan teknologi ini tidak hanya memperkaya metode pembelajaran, tetapi juga memungkinkan pencapaian hasil yang lebih optimal dan relevan dengan kebutuhan zaman. Salah satu tren yang patut dipertimbangkan dalam KBM adalah Pembelajaran Mandiri dan Berkelanjutan (Self-Directed and Continuous Learning). Meskipun pendekatan ini sudah ada cukup lama, pemanfaatannya di lembaga pendidikan kita masih belum optimal. Saat ini, popularitas pendekatan ini terus meningkat, menjadikannya opsi strategis yang layak diterapkan dalam KBM sehari-hari. Melalui Pembelajaran Mandiri dan Berkelanjutan, siswa didorong untuk mengambil inisiatif dalam proses pembelaja...

Internet of Behavior: Tren Baru untuk Menggiring Perubahan Perilaku Manusia

Pandemi yang sudah melanda selama lebih dari satu tahun (2020-2021) tentunya membawa dampak yang signifikan bagi bisnis dan pelayanan oleh organisasi di hampir semua sektor industri. Ada yang terdampak secara positif seperti penyedia alat dan jasa kesehatan, ada juga yang harus menelan pil pahit akibat dari dampak yang diterima seperti yang terjadi di sektor aviasi. Dampak-dampak ini menuntut organisasi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang sedang terjadi. Penyesuaian ini kemudian melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan keuntungan kompetitif untuk menjaga stabilitas dan eksistensi di lingkup kompetisi bisnis. Salah satu inovasi yang menarik untuk disorot adalah Internet of Behaviors (IoB) yang juga merupakan ekstensi dari Internet of Things (IoT). Ketika IoT membahas tentang integrasi antar piranti, IoB digunakan untuk mengolah data yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk juga IoT, yang kemudian digunakan sebagai referensi dalam meningkatkan pengalaman, mengan...

Teknologi Disruptif dan Pengaruhnya Bagi Pendidikan Serta Aktivitas Organisasi di Tengah Pandemi

Perkembangan teknologi memang memiliki banyak kelebihan. Namun, tidak sedikit juga terselip kekurangan dalam pemanfaatannya. Ditunjau dari sisi teknis, teknologi disruptif secara garis besar dapat sangat membantu proses bisnis maupun aktivitas-aktivitas lain dalam sebuah organisasi. Akan tetapi, di balik itu terdapat pula pihak-pihak yang terancam kehilangan pekerjaan akibat dampak dari tekologi disruptif tersebut. Teknologi disruptif hadir dengan mengubah pola pikir sehingga dapat menggeser kebiasaan penggunanya. Sebagai contoh, membaca surat kabar, menonton acara televisi, dan masih banyak kebiasaan-kebiasaan lainnya telah mengalami pergeseran karena terdisrupsi oleh teknologi. Yang terjadi saat ini banyak yang lebih memilih membaca berita melalui media digital, menonton video dan acara-acara lainnya secara daring melalui platform seperti YouTube, Netflix dll.  Contoh lain juga dapat ditemui di gudang-gudang toko online Amazon. Walaupun tetap mempekerjakan manusia, Amazon diketah...

Ketika Teknologi Mengancam Identitas Budaya

Gambar
Sudah menjadi rahasia publik bahwa Indonesia adalah sebuah negara yang kaya akan budaya. Budaya menjadi salah satu aspek yang paling dijunjung tinggi di negeri ini. Hal ini dikarenakan banyaknya suku dan budaya yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Dari sisi bahasa saja, Indonesia memiliki hampir 750 bahasa. Selain itu, ada pula kesenian-kesenian seperti tarian, ornamen, motif kain, alat musik, cerita rakyat, musik dan lagu, makanan dan minuman, pertunjukan, arsitektur, permainan, dsb. Untuk itu, tidak heran bahwa Bhinneka Tunggal Ika menjadi semboyan kita. Hadirnya teknologi di tengah masyarakat memang memiliki banyak nilai positif. Namun ketika teknologi hadir saat pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan dan tujuan utama teknologi masih minim, maka nilai positif itu bisa hilang bahkan berubah menjadi negatif. Beberapa tahun yang lalu kita melihat anak-anak riang bermain permainan-permainan tradisional seperti yoyo, egrang, bakiak, dll. Permainan-permainan ini sudah lama...

Mengenal Penyebab Tersebarnya Konten Negatif di Media Online

Gambar
Media online merupakan salah satu hasil dari perkembangan teknologi informasi. Berdasarkan UU ITE No. 11 Tahun 2008, dengan berkembangnya teknologi informasi diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan teknologi yang ada untuk menjaga, memelihara, dan memperkukuh persatuan dan kesatuan antar sesama. Walaupun undang-undang tersebut juga telah memberikan peraturan dan regulasi terkait penggunaan teknologi informasi untuk mencegah penyalahgunaannya dengan memperhatikan nilai-nilai agama dan sosial budaya masyarakat Indonesia, kenyataannya masih banyak kasus penyalahgunaan yang terjadi terutama penyebaran konten negatif dalam media online. Berdasarkan siaran pers No. 08/HM/KOMINFO/01/2019, sepanjang tahun 2018 KOMINFO telah menangani 984.441 konten negatif yang tersebar di media online. Dari angka tersebut, 91% di antaranya merupakan konten pornografi, 8% di antaranya adalah perjudian dan 1% lainnya merupakan penipuan, terorisme/radikalisme, SARA, dll. 984.441 bukanlah angka yang kecil, ...

Menjadi Netizen Pintar Yang Dapat Mengantisipasi Berita Hoax

Gambar
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kita sedang hidup di zaman dimana teknologi menjadi salah satu teman hidup kita. Informasi yang terjadi disekitar kita dapat tersebar dalam sekejap dengan memanfaatkan teknologi yang tersebar di tengah masyarakat. Media Online kini menjadi trend yang digemari semua kalangan. Media ini dinilai dapat mempermudah penggunanya dalam melakukan kegiatan sehari-hari bahkan kursus dan bekerja pun dapat dilakukan tanpa perlu datang langsung ke tempat yang bersangkutan. Salah satu yang paling penting dalam dunia maya adalah situs-situs penyedia berita. Ketika pembaca surat kabar harus menunggu hari esok untuk mendapatkan surat kabar langganannya serta berita di TV harus menunggu jam tayangnya untuk mengetahui peristiwa yang sedang terjadi di tengah masyarakat, situs-situs penyedia berita dapat langsung menyajikan konten mereka tanpa perlu menunggu lama. Ini tentunya menjadi trend positif bagi masyarakat, namun dibalik itu ada pihak yang menyebar informasi tida...