Internet of Behavior: Tren Baru untuk Menggiring Perubahan Perilaku Manusia

Pandemi yang sudah melanda selama lebih dari satu tahun (2020-2021) tentunya membawa dampak yang signifikan bagi bisnis dan pelayanan oleh organisasi di hampir semua sektor industri. Ada yang terdampak secara positif seperti penyedia alat dan jasa kesehatan, ada juga yang harus menelan pil pahit akibat dari dampak yang diterima seperti yang terjadi di sektor aviasi. Dampak-dampak ini menuntut organisasi untuk menyesuaikan diri dengan kondisi yang sedang terjadi. Penyesuaian ini kemudian melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan keuntungan kompetitif untuk menjaga stabilitas dan eksistensi di lingkup kompetisi bisnis.

Salah satu inovasi yang menarik untuk disorot adalah Internet of Behaviors (IoB) yang juga merupakan ekstensi dari Internet of Things (IoT). Ketika IoT membahas tentang integrasi antar piranti, IoB digunakan untuk mengolah data yang diperoleh dari berbagai sumber, termasuk juga IoT, yang kemudian digunakan sebagai referensi dalam meningkatkan pengalaman, menganalisis perilaku, hingga menganalisis minat dari para pengguna. Adapun tujuan utama dari IoB, menurut Gartner (2020), adalah untuk menggiring perubahan perilaku dengan memanfaatkan data yang ada. Inovasi ini muncul karena walaupun pandemi mengubah pendekatan yang digunakan saat bekerja dan berinteraksi di sebuah organisasi, manusia tetap menjadi pusat dari segala jenis bisnis. Maka dari itu, digitalisasi dan pembaruan perlu untuk dilakukan agar dapat bertahan di lingkungan bisnis yang serba terdampak seperti sekarang ini.

Contoh pemanfaatan IoB yang paling menonjol saat ini adalah pemantauan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19. Pendekatan yang diambil beragam sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan organisasi terkait seperti mengimplementasikan alat sensor yang dapat digunakan untuk mengukur suhu karyawan, RFID yang digunakan untuk mengidentifikasi tingkat kedisiplinan dalam mencuci tangan, Artificial Intelligence (AI) yang digunakan untuk mendeteksi kepatuhan karyawan terkait kebijakan penggunaan masker, dan masih banyak lagi. Data yang diperoleh kemudian dapat diolah untuk dijadikan bahan dalam proses pengambilan keputusan yang dapat mempengaruhi perilaku karyawan saat bekerja.

Jika diperhatikan, sejak dulu sudah banyak praktik yang dilakukan untuk mengumpulkan data guna melihat demografik para pengguna baik dari sisi karakteristik, perilaku, hingga minat. Kemudian, data tersebut diolah untuk menentukan langkah dalam mempengaruhi bahkan menggiring perilaku dari pengguna-pengguna tersebut. Namun, belum ada topik khusus yang membahas terkait hal ini hingga konsep IoB muncul ke permukaan. Hadirnya IoB memperluas cakupan keilmuan terkait manajemen data sekaligus mempertegas posisi dari aktivitas-aktivitas yang dijelaskan sebelumnya.

Tren IoB diperkirakan akan terus eksis untuk waktu yang cukup lama. Bahkan, Gartner (2020) memprediksi bahwa dalam lima tahun ke depan setengah dari populasi dunia akan menjadi subjek dari paling tidak satu program IoB. Namun, walaupun secara teknis sangat memungkinkan, perdebatan terkait implementasi IoB juga akan terus ada mengingat kaitannya dengan etika, privasi, dan aspek sosial lainnya.

*Kutipan hasil analisis pribadi terkait tren SI/TI di tahun 2021